Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Mengolah Jerami Menjadi Pakan Fermentasi Ternak

cara merawat kambing

Bagaimana Mengolah Jerami Menjadi Pakan Fermentasi Ternak - Kekuatan fisik jerami yang besar sekali belum seutuhnya digunakan. Pendayagunaan jerami mayoritas dibakar (37%) untuk pupuk, jadi alas kandang (36%) yang selanjutnya jadi kompos dan cuman sekitaran 15% sampai 22% yang dipakai sebagai pakan ternak. Masalah khusus pemakaian jerami sebagai bahan pakan ternak untuk kambing hamil ialah kecernaan (45-50%) dan protein (3-5%) yang rendah.

Nilai faedah jerami padi sebagai bahan pakan ternak bisa dipertingkat dengan 2 langkah, yakni dengan mengoptimumkan lingkungan aliran pencernaan atau mungkin dengan tingkatkan nilai gizi jerami. Optimisasi lingkungan aliran pencernaan khususnya rumen, bisa dilaksanakan dengan pemberian bahan pakan suplemen yang sanggup memacu perkembangan mikroba rumen pencerna serat seperti bahan pakan sumber protein.


Langkah fermentasi jerami yang sudah dilakukan oleh BPTP Jawa timur ialah lewat proses anaerob (tanpa memerlukan udara) dengan manfaatkan kombinasi beberapa bakteri misalnya: Mikroba proteolitik, lignolitik, selulolitik dan lipolitik. Bahan dan alat yang dipakai cukuplah sederhana yakni: 2 biji drum plastik memiliki volume 60-80 liter, pompa/motor perputaran 1 unit, selang/paralon seperlunya. Dan bahan yang dipakai, yakni:


Aturlah jerami mentah di tempat jual pakan yang telah disiapkan dengan ketebalan tiap bentangan 20-30 cm. Panjang dan lebar bentangan sesuai keperluan. Tinggi atau tebal susunan bisa capai 2,5 mtr. dari dasar timbunan. Selanjutnya taruh di tempat yang teduh dan tidak terkena hujan. Lama fermentasi kurang lebih 21 hari. Proses fermentasi jerami bisa berjalan baik diikuti pada timbunan jerami tidak tercipta panas atau keluar asap. Kondisi bahan yang terlampau basah atau terserang air hujan karena itu bisa terjadi pembusukan jerami pada akhirnya timbulah panas yang mengakibatkan hasil yang didapat tidak jadi baik. Jerami fermentasi yang bagus ciri-cirinya: Wujud jerami masih terlihat fresh tapi texturnya telah lunak dan berwarna ke-kuning-kuningan.


Penyimpanan jerami fermentasi: bisa dilaksanakan dengan tertutup dan terbukan. Langkah terbukan yakni saat sebelum diletakkan Jerami fermentasi harus dikering anginkan lebih dulu supaya sepanjang penyimpanan tidak tumbuh jamur yang bisa menghancurkan kualitas jerami yang telah dibuat. Lama penyimpanan hampir serupa yakni: bisa capai dua tahun atau bisa disamakan dengan keadaan fisiknya. Dan langkah terbuka dilaksanakan dengan: (a) Buat satu tonggak bambu dengan tinggi kurang lebih 6 mtr., sebagai tonggak penguat timbunan jerami; (b) Buat alas yang dibuat dari tepas bambu yang dikasih jarak sedikit dari permukaan tanah; dan (c). Atur Jerami di atas alas secara memutari tiang tonggak sampai tercipta satu susunan melingkar. Selanjutnya membuat susunan selanjutnya dengan arah yang bersimpangan. Tebal susunan masing-masing kurang lebih 30 cm, begitu seterusnya hingga didapat ketinggian kurang lebih 6 mtr.. Lama penyimpanan yang bagus satu tahun. Pemberian pakan jerami diberi berbentuk aslinya tanpa melangsungkan pascapanen sekunder seperti pengepresan dan sebagainya. Waktu pemberian cukup 2x satu hari dengan jumlah sesuai usia sapi. Untuk usia sapi 1-2 tahun diberi jerami 5 kg/ekor, usia sapi tiga tahun diberi 8 kg/ekor, dan usia sapi 4 ataupun lebih diberi 9 kg/ekor.


Untuk lengkapi kandungan nutrisi pakan sapi penggemukan perlu dilaksanakan pemberian makanan tambahan berbentuk tongkol/biji jagung fermentasi sekitar 1 kg, dan 4 kg bekatul. Di saat musim kemarau atau kurang cukup stok pakan, bisa diberi hijauan sekitar 25% saja dan yang lain dengan memberi jerami fermentasi. Pemberian pakan ini cukup memberikan dukungan perkembangan sapi secara baik.

Posting Komentar untuk "Bagaimana Mengolah Jerami Menjadi Pakan Fermentasi Ternak"